Archive for January, 2008

h1

Mlaku-mlaku Kutho Pare Part 2…

January 29, 2008

dsc00131.jpgALUN-ALUN THAMRIN dan RINGIN BUDHO

Kali ini kita mengunjungi salah satu sudut kota Pare yg cukup terkenal bagi warga Pare dan sekitarnya…yak betul Alun-alun Thamrin. dsc00135.jpgSebetulnya yang disebut Alun-alun Thamrin oleh warga Pare adalah taman kota yang berlokasi di bekas lapangan Persendo (nah apa itu Persendo, penulis sendiri juga belum menemukan narasumber pastinya). 

Taman kota ini sendiri dibangun untuk mengenang pencapaian Pare yang pernah mendapat Piala Adipura untuk kategori kota kecil. Ya, piala yang dulu pernah diberikan kepada kota-kota yg berpredikat “Terbersih” itu pernah didapat Pare sebanyak 2 kali (tepatnya kapan penulis lupa). Karena Pare tidak mempunyai alun-alun sebagaimana kota lainnya (justru alun-alun Pare jaman Belanda dulunya adalah Read the rest of this entry ?

h1

Update Hasil dan Jadwal Babak 8 Besar Ligina XIII

January 18, 2008

Terlepas dari ulah suporter “busuk” pendukung tim tertentu yg telah merusak perhelatan Babak 8 Besar yg berlangsung di Kediri, berikut update hasil dan jadwal Ligina XIII :

Tanggal 16 Januari 2008, Stadion Brawijaya, Kediri :

- SRIWIJAYA FC vs PSMS : 2-2 (1-2)   

  Sriwijaya : Ambrizal, Zah Rahan   

  PSMS      : James Koko Lomell, James Koko Lomell

- PERSIWA vs AREMA      : 2-1 (1-0)   distop akibat kerusuhan oleh suporter Arema Read the rest of this entry ?

h1

“SEPULTURA”

January 12, 2008

Ikon itu bernama “SEPULTURA”

handBrasil di pertengahan tahun 1984, setelah hampir 20 tahun negara itu dipimpin oleh diktator militer. Musik rock masih dianggap tabu oleh sebagian orang-orang yang duduk di pemerintahan. Apalagi musik yang dimainkan jenis heavy metal dan punk, sangat-sangat tidak bisa diterima oleh pemerintahan Brasil saat itu. Memainkan musik heavy metal dan punk sudah dianggap tindakan subversif. Dari kawasan kumuh Belo Horizonte, kota terbesar ketiga di Brazil, Max Cavalera(vokal/guitar), Igor Cavalera (drum) , Paulo jr. (bass) dan Jairo t (lead guitar), mencoba mendobrak aturan-aturan primitif itu. Dengan peralatan seadanya mereka memainkan lagu-lagunya Iron Maiden, Metallica, dan Slayer. Kebetulan Max cuma punya tiga album dari Iron Maiden, Metallica, dan Slayer. Itu pun dibelinya saat ia berkunjung ke Sao Paulo.

Selang beberapa waktu kemudian, setelah mencoba mengadaptasi berbagai jenis sound. mereka akhirnya memutuskan untuk memainkan sound death metal. Kebetulan saat itu band-band death metal seperti Possessed dan Death sedang naik daun. “Sepultura”, nama itulah yang akhirnya mereka pakai. Sepultura dalam bahasa portugis artinya “kuburan”. Read the rest of this entry ?

h1

Tim Burton

January 10, 2008

Tim burton adalah keindahan dalam kegelapan, pria kelahiran california, 49 tahun silam ini telah menggarap sejumlah film sukses seperti Pee-wee’s Big Adventure (1985), Beetlejuice (1988), Batman (1989), Edward the Scissorhands (1990), Batman Returns (1992), The Nightmare Before Christmas (1993), Ed wood (1994), Mars Attacks! (1996), Sleepy Hollow (1999), Planet of The Apes (2001), Big Fish (2003), Charlie and The Chocolate Factory (2005), Corpse Bride (2005), dan yang terbaru Sweeney Todd (2007). Dan semua film yang dibuatnya rata-rata bersetting gelap, surealis, dan gothic banget. Film-film Burton lebih mengajak penontonnya untuk berfantasi dengan liar. Burton adalah eksentrik. Ia berkarya dengan pakem yang tetap artistik, yang sering menampilkan beberapa karakter ganjil. Hampir semua film Burton bercerita tentang seseorang yang kesepian, penyendiri, dan misterius. Dengan karakter negative mental attitude. Read the rest of this entry ?

h1

The Cure

January 10, 2008

Obat itu bernama The Cure 

Apa jadinya jika novel Albert Camus “l’étranger” (orang asing)  di adaptasi menjadi sebuah lagu? Itu terjadi pada tahun 1978 ketika band The Cure merilis single pertama “killing an arab”. lagu itu langsung melejit dan menuai protes. The Cure dituding ‘rasis’. “l’étranger”  terbit pada tahun 1942, novel pendek ini bercerita tentang Meursault. Anak muda Aljazair ini linglung dalam menunggu hari-hari eksekusi. Ia beranggapan segala hal di luar dirinya adalah absurd, sementara orang lain menganggap Meursault gila. Ia, misalnya, malah minum kopi ketika ibunya meninggal, malah bercinta dengan pacarnya saat mendapat kabar duka. Meursault menolak menjenguk ibunya. Ia datang ke pemakaman tanpa raut sedih. Yang membuatnya masuk penjara adalah perbuatan sadisnya. Ketika bermain ke pantai dengan pacar dan temannya, ia lihat teman kawannya bertengkar dengan dua orang Arab. Meursault mendatangi mereka lalu menembak salah satu Arab. Tubuh yang tergeletak itu ditembak lagi empat kali. Albert Camus menceritakan pembunuhan itu dengan mencekam. Robert Smith sang vokalis the Cure membacanya. Smith kemudian menulis lirik seputar pembunuhan itu dan hasilnya sebuah lagu berjudul “killing an arab”. Dalam reffrain, Smith menulis: “absolutely nothing, i’m alive, i’m dead, i’m the stranger, killing an arab”.  The cure terbentuk Read the rest of this entry ?