Archive for May 14th, 2008

h1

the doors

May 14, 2008

the doors : dead poets society

puisi adalah sebuah penggambaran tentang keindahan, kebebasan, mimpi, cinta, kebencian, dan sebuah kematian. tentunya kita masih ingat film dead poets society yang diperankan oleh robbin williams. dalam film ini puisi adalah bintang utamanya. film ini akan mengajak kita menyaksikan kekuatan yang sangat massive dan ganjil dari sebuah puisi. di indonesia kita punya rustam effendi yang pada tahun 1924 menulis sebuah sajak yang kemudian sangat masyhur “sebab laguku menurut sukma”. rustam effendi adalah seorang revolusioner sastra kita. ia cermin dari orang-orang yang terbebaskan dari aturan. aturan dari tradisi yang membelenggu, yang terpasung. dan dia memulai pembangkangan itu melalui puisi. tahun 1936 s. takdir alisjahbana memproklamasikan bentuk pembangkangan yang lain. ia menyatakan akan meninggalkan alam kehidupan yang tenteram. kehidupan lama itu baginya seperti “tasik yang tenang tiada beriak” yang diteduhi gunung yang rimbun/dari angin dan topan”. di awal tahun 1940-an kita punya chairil anwar, penyair yang menamakan dirinya ” binatang jalang dari kumpulannya terbuang”. chairil menuliskan apa yang dianggap orang tabu untuk dibicarakan. toh pada akhirnya “sekali berarti sudah itu mati” begitu kata chairil dalam sajak “diponegoro”. dan agaknya kita harus tahu bahwa pembangkangan dan kebebasan adalah abadi.

apa kekuatan dari sebuah puisi sehingga bisa merubah sebuah tatanan kehidupan seseorang bahkan negara?seorang stalin pun dibuat merah telinganya oleh puisi. tanyakan hal itu kepada ray manzarek, pemain kibord dari band legendaris the doors. manzarek sangat terkesan dengan puisi buatan jim morrison yang berjudul “moonlight drive” yang menginspirasi dirinya untuk membentuk sebuah band. karena puisi itulah the doors dibentuk. nama band the doors diambil dari buku karya aldous huxley, “the doors of perception”(aldous huxley mengambil kalimat “the doors of perception” dari puisinya penyair besar abad ke 18 william blake “if the doors of perception were cleansed, every thing would appear to man as it is: infinite”). the doors dibentuk pada tahun 1965 (kita belum lahir bro…) dengan formasi ray manzarek (kibord), jim morrison (vokal), john densmore (drum), dan robby krieger (gitar). kemunculan the doors membawa suasana baru dalam musik rock saat itu. dengan musik yang kompleks, surealis dan sugestif yang mengeksplorasi lirik-lirik bertemakan seks, mistisisme, obat-obatan, pembunuhan, kegilaan hingga kematian. ditahun 1966 the doors tampil di whisky a go go, sebuah club di california selatan yang banyak melahirkan band-band terkenal seperti the byrds, buffalo springfield dan love dan menjadi home band tetap, yang kemudian membawanya dikontrak oleh elektra records pada 18 agustus 1966. namun pada 21 agustus the doors dipecat dari klub karena menyanyikan lagu “the end” dengan lirik yang sangat kontroversial, coba simak liriknya the end, “father? yes son? i want to kill you. mother? i want to fuck you”. terinspirasi dari sebuah drama yunani “oedipus rex”, yang dalam kisahnya sang protagonis oedipus membunuh ayahnya dan menyetubuhi ibunya. oedipus adalah sandiwara yunani kuno yang di tulis oleh sophocles sekitar 2300 tahun yang lalu. oedipus adalah sebuah lakon yang kelam, seperti warna darah yang tua. oedipus adalah seorang yang dibuang untuk menghindari dari nasib yang dinujumkan kepadanya. nujum yang mengariskan hidupnya bahwa suatu hari nanti ia akan membunuh ayahnya raja laius dari kota thebes, dan menikahi ibunya sendiri. pada akhirnya oedipus menusuk bola matanya sendiri berkali-kali dengan peniti, hingga buta. oedipus adalah seorang berdosa yang tak bersalah. ia kalah oleh apa yang dikatakan orang yunani sebagai dike, “rancangan takdir”

doors
 debut album penuh the doors dirilis januari 1967 termasuk di dalamnya drama musikal “the end” selama 11 menit. morrison dan manzarek yang menyutradarai film promosi (sekarang disebut videoklip) untuk single pertamanya “break on through”, yang kemudian disusul “light my fire”. kemudian “strange days” dirilis, dan popularitas mereka pun kian menggila. mereka menggabungkan blues dan rock dengan unsur-unsur psychedelic yang belum pernah terdengar sebelumnya. nama the doors melambung karena reputasi morrison sebagai penantang, pemberontak, simbol seks dan “penghibur” sejati di atas panggung. dia menikmati hawa yang mengikutinya sebagai bintang, walaupun pada akhirnya dia merasa tertekan dengan keterbatasan hidupnya sebagai public figure. 17 september 1967 the doors diundang di cbs tv untuk tampil diacara ed sullivan show, sesaat sebelum tampil the doors diminta menganti lirik lagu “light my fire” dari “girl, we couldn’t get much higher,” menjadi “girl, we couldn’t get much better”. tapi apa lacur, morrison tetap membawain lagu itu sesuai aslinya. di akhir acara ed sullivan ogah diajak salaman sama anggota the doors. bukan morrison kalau ngak bikin onar lagi, tanggal 10 desember 1967 ia ditahan oleh polisi new haven, connecticut. gara-gara menghina polisi di depan penonton. morrison berkata bahwa ia habis dipukuli oleh polisi dibelakang panggung saat ia indehoy dengan seorang gadis. akhir 1967 album “strange days” dirilis dengan lagu-lagu seperti “when the music’s over”, “people are strange” dan “love me two times”. tahun-tahun selanjutnya the doors terus merilis albumnya, setelah “strange days”, the doors merilis album “waiting for the sun”. saat mengerjakan album “waiting for the sun”, morrison benar-benar dalam keadaan ketergantungan terhadap alkohol. dan puncaknya terjadi pada 1 maret 1969 ketika the doors show di miami, florida. sebelum konser morrison nenggak alkohol seharian. tiba saat konser dimulai, didepan 6900 penonton morrison berteriak “anything you want, let’s do it”, seketika itu pula morrison melucuti pakaiannya dan menari-nari seperti orang indian, dasar gilaaaaa….!!!! . peristiwa itulah yang membuat manzarek mencak-mencak dan marah besar dengan morrison. akibat dari peristiwa itu semua konser the doors dibatalkan. Read the rest of this entry ?