Archive for December, 2008

h1

happy new year 2009

December 31, 2008

SELAMAT TAHUN BARU 2009…atas nama seluruh teman-teman dari PAREKITA kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman yang sudah memberikan apresiasi yang begitu besar terhadap blog ini. semoga di tahun 2009 ini kami akan lebih banyak lagi memberikan kontribusi terhadap perkembangan kota Pare tercinta.  (sonny bdoors)

h1

pare for AG 1

December 31, 2008

h1

rastafara cool break #2

December 26, 2008

Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.

Musik reggae, rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok sosial tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat sosial dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka.

di kota Pare baru-baru ini juga di adakan konser musik reggae, dengan tema “satu untuk damai”. konser reggae kali ini rangkaian dari konser “rastafara cool break”. teman-teman dari komunitas Soundofhope mendapat kepercayaan untuk mengadakan konser “rastafara cool break #2″. acara ini diadakan di pemandian bramasta pare. Parekita mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman yang menjadi pendukung acara tersebut hingga dapat terlaksana dengan aman dan lancar…salam rasta!!!iyo..yo..yo…!!! (bdoors)

pare-paguyuba-reggae

the-sound

yellow-moon

sybolank

colaboration2

bongos-colaboration

bongos-colaboration-2

audience-31

rasta-pool-party

the-man-behind-da-scene-3

the-man-behind-da-scene-1

bob_marley

“Freedom came my way one day
And I started out of town, yeah!
All of a sudden I saw Sheriff John Brown
Aiming to shoot me down
So I shot, I shot, I shot him down
And I say, if I am guilty I will pay…”

h1

randomnote soundofhope

December 21, 2008

the-qither-2

the-teens

the-jelous-again

audience-2

audience-3

audience-4

audience-5

audience-6

audience-7

andrew

basth-reggae-boys1

 

woiii….rek!!! ini adalah photo ketika peresmian komunitas musik pare “soundofhope”. acara berlangsung sukses dan mendapat apresiasi yang bagus dari para musisi di pare. terutama musisi muda yang rata-rata masih SMA. ada juga band yang semua personelnya cewek semua…pasti bikin tambah melek mata hehehhe… !!!. oia..soundofhope punya agenda pentas 3 bulanan, jd bagi yg ingin bandnya tampil silahkan hubungi mas soni qter ato mas kenthus di warnet amole…maju terus musik pare (bdoors)

h1

pare dalam semiotika

December 21, 2008

goodmorningpare7

 

menurut Ferdinand de Saussure dan Ogden & Richards semiotika merupakan kajian tentang tanda (sign) dengan segala perannya di dalam kehidupan sosial masyarakat. Sesungguhnya tanda (sign) adalah sebuah stimulus yang diterima  oleh otak untuk diproses yang kemudian memunculkan respon berupa sebuah konsep realitas tertentu. Dapat pula dikatakan bahwa kajian semiotika mempelajari tentang segala bentuk hubungan antara tanda dengan representasi realitasnya dan hubungan diantara para penggunanya di dalam kehidupan sosial  masyarakat. Hubungan antara tanda dengan representasi realitasnya lebih dikenal dengan hubungan antara penanda (tanda) dengan petanda (makna).

sebuah tanda tidak hanya mengandung hubungan internal antara aspek material (penanda) dan konsep mental (petanda), namun juga mengandung hubungan antara dirinya dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. sebuah tanda lebih merupakan self-reflective dalam artian bahwa sebuah penanda dan sebuah petanda masing-masing harus secara berturut-turut menjadi kemampuan dari ekspresi dan persepsi. Louis Hjelmslev dikenal dengan teori metasemiotik (scientific semiotics). Sama halnya dengan Hjelmslev, Roland Barthes pun merupakan pengikut Saussurean yang berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu. Semiotik, atau dalam istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak dikomunikasikan, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Salah satu wilayah penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader). sebuah tanda membutuhkan keaktifan pembaca agar dapat berfungsi.

 

parehut5

 

jadi alangkah baiknya kalau setiap tempat di kota pare di beri pertanda agar dapat memudahkan komunikasi visual. selain menarik perhatian (eye catching) juga bisa menjadi wisata mata. menarik kiranya kalau setiap warung nasi pecel, rujak cingur dll di beri sign dengan visual yg bisa menarik banyak lagi orang-orang yang ingin datang. (bdoors)