“SEPULTURA”

Posted: January 12, 2008 by mbah admin in Gaya hidup
Tags: , , , ,

Ikon itu bernama “SEPULTURA”

handBrasil di pertengahan tahun 1984, setelah hampir 20 tahun negara itu dipimpin oleh diktator militer. Musik rock masih dianggap tabu oleh sebagian orang-orang yang duduk di pemerintahan. Apalagi musik yang dimainkan jenis heavy metal dan punk, sangat-sangat tidak bisa diterima oleh pemerintahan Brasil saat itu. Memainkan musik heavy metal dan punk sudah dianggap tindakan subversif. Dari kawasan kumuh Belo Horizonte, kota terbesar ketiga di Brazil, Max Cavalera(vokal/guitar), Igor Cavalera (drum) , Paulo jr. (bass) dan Jairo t (lead guitar), mencoba mendobrak aturan-aturan primitif itu. Dengan peralatan seadanya mereka memainkan lagu-lagunya Iron Maiden, Metallica, dan Slayer. Kebetulan Max cuma punya tiga album dari Iron Maiden, Metallica, dan Slayer. Itu pun dibelinya saat ia berkunjung ke Sao Paulo.

Selang beberapa waktu kemudian, setelah mencoba mengadaptasi berbagai jenis sound. mereka akhirnya memutuskan untuk memainkan sound death metal. Kebetulan saat itu band-band death metal seperti Possessed dan Death sedang naik daun. “Sepultura”, nama itulah yang akhirnya mereka pakai. Sepultura dalam bahasa portugis artinya “kuburan”.

The Most Successful Brazilian Heavy Metal Band

beginningNo pain no gain, itu semboyan mereka dalam bermusik. saat itu mereka sudah membuat lirik untuk musik mereka dalam bahasa Inggris. Dan lucunya, mereka masih belum tahu bagaimana memainkan alat-alat instrument band dengan benar. Maklum, saat itu usia mereka baru belasan. Namanya juga darah muda, keinginan untuk maju besar sekali dan skill mereka pun makin terasah. Konser-konser di panggung lokal mereka jalankan untuk mengasah mental dan pengetahuan akan karakter sound. Sampai akhirnya Sepultura sudah disejajarkan dengan band-band underground di Brasil saat itu. Dan kesempatan untuk punya album sendiri pun datang, setelah mereka ditawari untuk rekaman oleh perusahaan rekaman indie Cogumelo Records. Nama Sepultura semakin bergaung seiring dengan dikeluarkanya album split LP dengan band Overdose. Mereka merekam 4 lagu di album tersebut. Tidak disangka album itu pun direspon sangat baik oleh pecinta musik metal di Brasil. Tahun 1985 akhirnya Sepultura merekam ulang lagu itu. Album yang direkam hanya dalam waktu 2 hari itu diberi titel “Bestial Devastation”.

Setelah wara-wiri di panggung musik lokal, pada tahun 1986 mereka masuk studio lagi untuk merekam album baru. Dengan waktu dan uang yang cekak, album itupun akhirnya kelar. Bulan Agustus 1986 album “Morbid Visions” dirilis. Morbid Vision menjadi tonggak awal keberhasilan Sepultura. Album itu mendapat pujian dari kritikus musik dan dari pecinta musik metal di Brasil. Untuk membuat karir bermusik lebih maju mereka akhirnya memutuskan untuk pindah ke Sao Paulo. Saat itu gitaris Jairo T. keluar dari Sepultura digantikan oleh Andreas Kisser, seorang gitaris asal Sao Paulo yang mempunyai kemampuan skill yang bagus. Andreas Kisser-lah yang membawa Sepultura ke level bermusik yang lebih berat.

best1987 album “Schizophrenia” di rilis. Tapi karena kurangnya promosi, album ini pun tidak begitu mendapat respon dari kritikus dan pecinta metal. Di tahun yang sama, Sepultura memutuskan kontrak dengan Cogumelo Records, merasa albumnya perlu untuk mendunia, Sepultura melakukan lompatan besar dengan membuat deal kontrak dengan Roadrunner Records. Tahun 1989, album “Beneath the Remains” dirilis. Album ini ditangani oleh ahlinya sound metal, Scott Burns. “Beneath the Remains” membawa Sepultura ke level yang lebih tinggi. Mereka pun melakukan tour konser keliling Eropa dan Amerika. Dengan penampilan panggung yang garang membuat mereka menjadi salah satu band metal paling berpengaruh di tahun awal 90an. Lagu “Inner Self” dari album “Beneath the Remains” menjadi video klip pertama Sepultura. Sepultura mengakhiri tour panjang mereka ditanah kelahirannya dan mereka disambut bak pahlawan.

Setelah mendapatkan manajemen baru, Sepultura memutuskan untuk pindah ke Phoenix, Arizona. Tahun 1991 album “Arise” dirilis. Dengan hit single “Dead Embryonic Cells” . album “Arise” direkam di Morrisound Studios, masih dengan Scott Burns sebagai produsernya. Klip “Dead Embryonic Cells” diputar di MTV Amerika dan mendapatkan respon yang baik. Album “Arise” meledak di seluruh dunia, penghargaan platinum menjadi milik mereka seiring dengan dilakukan tour keliling dunia. Saat tour dunia inilah Max menikah dengan Gloria Bujnowski, cewek ini adalah manager band Sepultura. Dan yang gilanya lagi, umurnya si Gloria ini 2 kali lebih tua dari Max. Namanya juga cinta, apa aja juga diterkam.

Setelah sukses album “Arise”, pihak label Roadrunner melakukan negoisasi dengan Epic Records, menjadi rekanan untuk distribusi album-album Sepultura berikutnya. Tahun 1993, album “Chaos A.D.” dirilis, mengangkat tema isu-isu sosial yang sedang berkecamuk di Brasil, lagu “Territory” dan “Refuse/Resist” menjadi hit single di album ini. Dengan musik yang lebih berat dan sedikit terinfluence dengan punk dan hardcore, menjadikan album “Chaos A.D.” sebagai sukses kedua mereka di blantika musik metal.

Sebelum memulai project yang lebih ambisius lagi, mereka memutuskan untuk rehat dalam beberapa bulan setelah melakukan tour panjang keliling dunia. Tahun 1996, album “Roots” dirilis. Di album ini, mereka masih mengangkat lirik dengan tema-tema sosial politik. mereka mulai mencari bentuk-bentuk kreativitas yang baru dalam mengolah sound. di album ini mereka mulai bereksperimen dengan memasukkan instrument-instrument musik lokal brasil. Instrument perkusi yang cukup dominan di album “Roots” menjadikan album ini cukup unik. Dengan stem-an guitars yang down-tuned, membuat karakater sound di album “Roots” menjadi lebih berat. Album “Roots” menjadikan Sepultura di puncak popularitas.

Di saat popularitas mereka yang semakin tinggi, dengan jutaan fans yang tersebar di seluruh dunia, tidak bisa membuat hubungan antar personel Sepultura menjadi kian solid. Di antara mereka sudah terjadi perbedaan-perbedaan visi dalam bermusik. Dan puncaknya adalah ketika mereka akan tampil di Monsters of Rock Festival di London, Inggris. Beberapa jam sebelum tampil, mereka mendapat kabar bahwa putra dari Gloria Bujnowski meninggal karena mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan. Sepultura pun tampil bertiga di acara itu karena Max dan Gloria segera pulang ke Amerika. Selang beberapa bulan kemudian anggota band memaksa Max untuk mencari manajemen baru. Penyembuhan trauma pasca kematian putra dari Gloria membuat jadwal tour mereka jadi terbengkalai. Merasa anggota band tidak berempati atas kejadian itu, membuat Max marah dan murka. Akhirnya Max memutuskan untuk keluar dari Sepultura. Max merasa dikhianati. Fans Sepultura di seluruh dunia kecewa dengan kejadian itu, dan mereka meminta Sepultura dibubarkan saja. Karena mereka menggangap Max adalah rohnya Sepultura. Sepultura tanpa Max, bukan Sepultura…

Babak baru bermusik Max pun dimulai. Max mulai membuat proyek-proyek kecil untuk menyalurkan kekecewaannya. “Nailbomb” adalah proyek Max setelah keluar dari Sepultura. Tampilan visual cover album “Nailbomb” cukup menarik perhatian, dengan visualisasi wanita tua Vietnam yang ditodong senjata AK-47. Album ini diberi titel “Point Blank”. Tapi album ini tidak begitu meledak dipasaran.

 

new

 Secara mengejutkan, Igor, Paulo dan Andreas mengumumkan bahwa Sepultura masih tetap ada dan akan mencari vokalis baru untuk penganti posisi Max. Setelah mengadakan beberapa kali audisi, akhirnya dipilihlah Derrick Green sebagai vokalis baru Sepultura. Dengan formasi yang baru ini Sepultura sudah merilis dua album, “Against” pada tahun 1998 dan “Nation” pada tahun 2001. Di album “Against”, Sepultura berkolaborasi dengan musisi tradisional Jepang “Kodo Percussion Ensemble” di lagu “Kamaitachi”. Max pun akhirnya membentuk band sendiri dengan nama “Soulfly”. Tahun 2006 menjadi tahun terakhir Sepultura setelah sang drummer Igor Cavalera memutuskan untuk cabut dari Sepultura.

Selama lebih dari sepuluh tahun, Sepultura menjadi band yang mempengaruhi iklim musik metal di jagad raya ini dan menjadi panutan bagi sebagian musisi metal saat ini. Musik yang jujur dengan lirik-lirik menggangkat tema sosial dan politik menjadikan Sepultura ikon musik metal. Kita pun pernah menyaksikan keganasan dan kegarangan Sepultura di atas panggung saat mereka tampil di Stadion Tambak Sari Surabaya (Thanks! buat Log). Tapi ada kabar gembira dari Max dan Igor Cavalera. Saat ini mereka sedang merampungkan proyek mereka terbaru. Proyek ini diberi label “Cavalera Conspiracy”. Ini adalah reunian Max dan Igor yang pertama di studio recording sejak album kolosal Sepultura, “Roots”, di tahun 1996. Di album band yang masih mengusung trash metal ini juga akan memuat sebuah track yang menampilkan kolaborasi antara Max dengan Joe dan Richie Cavalera (Incite), pada vokal. Belum lagi penampilan dari bassist Pantera, Rex Brown di salah satu track-nya. Selain Max (vocal, rhythm guitar) dan Igor (drum), dalam band ini ada juga nama yang mengerikan seperti Marc Rizzo (gitaris Soulfly), dan Joe Duplantier (bassist Gojira).

“Cavalera Conspiracy” diproduseri oleh Monte Conner, dari label Roadrunner Record. Kita pun agaknya dibuat merinding dengan pendapat Conner tentang Max dan Igor, “magic between Max and Igor is still there. Saat dua bersaudara ini main musik bersama, rasanya seperti tujuh planet berada dalam satu garis.” Conner juga menambahkan permainan Igor masih selalu on fire, dan Max juga masih memiliki vocal yang khas dan masih powerful. Jadi bagi para pecinta metal, kiranya album “Cavalera Conspiracy” patut kita tunggu beredar di indonesia. (sonny bdoors)

“i know my ways, i’m here to stay. i didn’t start all this yesterday. i’ll prove you wrong all the way. life teaches me you’re always alone. don’t, don’t believe what you see. don’t, don’t believe what you read..nooo!!!!(Propaganda, Chaos A.D.)

Comments
  1. […] Sumber: https://parekita.wordpress.com/2008/01/12/%E2%80%9Csepultura%E2%80%9D/ […]

  2. yayan says:

    paling bagus kalo utk album emang arise..

    tapi kalo untuk lagu gw paling suka roots bloody roots yg duet bareng pavarotti,,
    kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn n dashyatt abisssss

    why cant you see
    cant you feel
    this is real
    oohh mamamiaaaaaaaaaa
    lalalalalalaalalalalaaaaaaaaaaa

  3. yudhi says:

    Gila man … kok yaa ada hari gini bahas SEPULTURA …kapan ya saat itu terulang lagi gw kemana-mana pakai kaos lengan panjang hitam, dibelakang ada label ‘S’gedhe khas sepultura, bangga banget broer… itu 20 tahun yang lalu kejadiannya. tinggal koleksi kaset yang rajin gw simpen buat anakku ABG nanti.

  4. Asih Wisnu says:

    salah satu lagu di nailbomb album jadi soundtrack pelem To die For (Matt Dillon n Nicolle kidman) baru sadar pas nonton pelemnya lha..ini kan lagu wasting away..yg di nailbomb (semoga gak salah karena lupa..heheheh..) wong nonton filmnya aja udah lama banget 95 pa 96. Gimana kalo dibikin sep community?? tserah mau se jawa timur, sejawa or se indo. pasti asik..

  5. gw ingin sedikit ngeralat kata2 bung sonny bdoors:

    “Babak baru bermusik Max pun dimulai. Max mulai membuat proyek-proyek kecil untuk menyalurkan kekecewaannya. “Nailbomb” adalah proyek Max setelah keluar dari Sepultura. Tampilan visual cover album “Nailbomb” cukup menarik perhatian, dengan visualisasi wanita tua Vietnam yang ditodong senjata AK-47. Album ini diberi titel “Point Blank”. Tapi album ini tidak begitu meledak dipasaran”

    menurut gw sebagai fans berat sepul..NAILBOMB itu dibuat ketika max masih di sepultura..ada 2 album..”point blank” ama “proud to commit commercial suicide” proyekan bersama alex newport yg pentolannya FUDGE TUNNEL…2 album itu dibuat tahun 94-95…kalo max kan cabut sekitar tahun2 96…abis ngeluarin album ROOTS…dan max cbt lagi tour roots!!!

    sgitu dulu ralatan dr gw..thx guys!

    • sonny bdoors says:

      @gusse….thank ralatnya…salam kenal juga! kl punya artikel ttng musik metal dan turunannya boleh kok di posting di blog ini…kami dengan senang hati menerimanya..\m/

  6. join ya guys…gw suka sepultura dari jaman gw smp kelas 2..umur 14-15an kalo ga salah..sekarang umur gw dah 32thn…lo itung sendiri deh..haha…
    gw koleksi semua album mereka dari bestial devastation – a.lex…
    gw agak sedih ketika max left sepultura..karena menurut gw sepultura = max cavalera…riff2 yg sangat khas dan cukup catchy!!
    tapi gw coba sedikit openmind dengan sedikit kepala tegak dengan melihat kredibiltas derrick green..yg menurut gw cukup lumayan walau blm bs menandingi max!
    dan gw juga tetep dgrin soulfly, cavalera conspiracy..yang menurut gw keren tapi blm semaksimal seperti old sep! karena menurut gw old sep itu sangat kokoh..knp kokoh karena max+kisser itu udah kaya dua striker yg cocok bgt…walaupun sekarang mark rizzo itu titisan andreas kisser..huahahaha…
    sep tanpa max NOTHING!!! tapi max juga maksimal tanpa mereka bertiga (kisser,paulo,igor)
    gw sangat terpukul ketika IGGOR juga left the band…peganganan gw sekarang ga ada yg maksimal…
    tapi biar gimana pun OLDSEP tetap dihati…jujur gw ngeband sangat terpengaruh dengan igor cavalera yag notabene adalah HERO gw…

    OLDSEP masih dihati…sekarang gw lagi tergila2 dengan CHIMAIRA..yg menurut gw ini band komplit!!!
    bs di check guys!
    ohya..jaman sepul ke indo..gw dateng ke konser mereka yg dilebak bulus dan stadion tambaksari..gw ntn dua2nya…kl ga salah itu tahun2 1992…gw inget banget diantara double bassdrumnya igor ada topeng bali!!! hahahaha…KICKASS…sayang sound mereka yg di tambak sari terasa kurang gejrot!!
    dan hebatnya lagi gw dapet ttd igor cavalera yg masih gw simpen ampe sekarang…masih teringat dibenak gw! bau-nya igor dan keramahannya itu…SALUTE!!
    ohya..iggor juga lagi bikin proyekan, namanya MIXHELL “death electronik”…sampingan dya dgn istri barunya LAYMA LEYTON..seorang dj cewe…konsep live p.a yg dmn iggor maen drumnya secara LIVE!!! kickass!!!

    ok,guys..senang bs sharing ttg sepultura!! salam kenal yaa…

    OBRIGADO!!!
    ::gusse adhitya::

  7. Asih Wisnu says:

    sepultura have a great memory in my life. terutama Chaos AD 1993. karena album ini gw ketemu n kenal ama mantan pacar gw yang sekarang jadi bojo gw. but yang paling dahsyat emang Arise album, apalagi dengerin undersiege di mobil…wah bisa tancap gas deh… I never ever think max to be replaced to anyone, sepultura is max..igor..a. kisser n paulo, that’s it…

  8. arifin yeahyeah says:

    pokok nya dimanapun max lari..aku tetep bertengger di situ.

  9. rizal says:

    GOD IS SEPULTURA MYBAND IDOL RIZAL

  10. Dwihihihiih says:

    Fans sepultura jadi pecah………..banyak yang lari ke SoulFly…..kyk ane…

  11. Badung says:

    the best album sepultura itu emang Arise.
    We born, with pain, suffer, remain, we’re dead embryonic cell ….

    Mungkin cavalera conspiracy mirip ssepultura, tapi tetap gak bisa ngalahin sepultura yang asli, Gak bakal bisa, terlanjur fenomenal.
    Pasca keluarnya Max, sepultura dah bukan lagi sepultura.
    KAPAN YA CAVALERA CONSPIRACY DIADU SATU PANGGUNG DENGAN SEPULTURA, DI INDONESIA? giman Mas LOg Zhelebour? Tantangan nih ….

  12. duniamascha says:

    ho …ho…ho… mas themo(k) … akhire glethek mak methunthung ….

    wakakak …. selamat datang brow …

  13. mbah admin says:

    Mas The-Mo…(lagi ngetrend saiki The..The…The Sigit, The Miskin,…) salam balik juga.
    Wah…wingi sampean ra teko nang acara reuni Parekita, padahal kari mlangkah ngarep kios lho.
    Eniweii…peace and metal forever guys !

  14. n'thoes says:

    oalah mo …mo
    lek butuh cavalera conspracy mok moro nggene warnete kancane..AMOLE 1+2
    tak duduhi line`e opo lek cepet meneh, moro nggene omah, nek hardisku enek, cuman mengko legal ora ki …!!!!!

  15. Ndemo says:

    I’ve been here before…
    Nice thing..

    Da yang punya…
    ‘Cavalera Conspiracy’

    Salam buat andri+yudi+cawex+kenthus..
    Peace guys…

  16. rey says:

    sejarah sepultura

  17. kathy says:

    me parecen una banda geenial lo mas bueno del metal

  18. mbah admin says:

    yah..kl msl album fav sepultura, tiap org boleh beda2…wong masalah selera. Lha kalo mbah nilai.. album Beneath the Remains iku yo apik..cuma kualitas sound-nya msh belum bagus. Nah memang pas “Arise” itu Sepultura mulai ditangani lebih profesional. Jadi Arise ya juga bagus lah..Mbah sendiri berhenti mengikuti album Sepultura stlah album Chaos AD keluar…membosankan !!But Sepultura dg Max&Igor, Andreas dan Paulo is the Best Thrash Metal band ever…

  19. kenthoes says:

    the Dhoors is The great writer,its oke broor
    salut 4ya .. dhor, anakmu jane mok jenengne …. cavalera, ato …..bujnowski (qiqiqie…).
    Chawex ngawut .. Roots its the best sepultura`s album, cuman wong pare pas Album Arise pas lagi gila ama Sepultura …. malah ada band lokal yg punya nama MADNES bawain lagu desperate cry …(eling ta dhors…?)
    Salut buat Sepultura, Salut buat Soulfly (back to the primitive + Jump da fuck up + Bleed)…
    Dhor lek ndapetin “cavalera conspiracy” nek endi yoooo..??
    Salam cok !!!

  20. Felipe says:

    Puta weon sepultura y max cavalera eran lo mejor, del mundo

  21. duniamascha says:

    i see the world oooollld ….
    i see the world deeaaadd ….

    huaaah !

    tapi pak lak nurut aku kesuksesan ‘arise’ lebih meledak dibanding ‘root’. Mbuh yo ..soale pas album arise iku liputan media masa (jawa pos+hai) lebih meriah dibanding pas loncige root.

    lagian pas album arise, kethok perang-e antara metallica [back album] vs sepultura [arise]. ementara root gak pathek krungu gaunge kecuali lagu : chaos AD, propaganda, kaiowas

    suwun .. CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s