pare dalam semiotika

Posted: December 21, 2008 by mbah admin in Uncategorized

goodmorningpare7

 

menurut Ferdinand de Saussure dan Ogden & Richards semiotika merupakan kajian tentang tanda (sign) dengan segala perannya di dalam kehidupan sosial masyarakat. Sesungguhnya tanda (sign) adalah sebuah stimulus yang diterima  oleh otak untuk diproses yang kemudian memunculkan respon berupa sebuah konsep realitas tertentu. Dapat pula dikatakan bahwa kajian semiotika mempelajari tentang segala bentuk hubungan antara tanda dengan representasi realitasnya dan hubungan diantara para penggunanya di dalam kehidupan sosial  masyarakat. Hubungan antara tanda dengan representasi realitasnya lebih dikenal dengan hubungan antara penanda (tanda) dengan petanda (makna).

sebuah tanda tidak hanya mengandung hubungan internal antara aspek material (penanda) dan konsep mental (petanda), namun juga mengandung hubungan antara dirinya dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. sebuah tanda lebih merupakan self-reflective dalam artian bahwa sebuah penanda dan sebuah petanda masing-masing harus secara berturut-turut menjadi kemampuan dari ekspresi dan persepsi. Louis Hjelmslev dikenal dengan teori metasemiotik (scientific semiotics). Sama halnya dengan Hjelmslev, Roland Barthes pun merupakan pengikut Saussurean yang berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu. Semiotik, atau dalam istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak dikomunikasikan, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Salah satu wilayah penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader). sebuah tanda membutuhkan keaktifan pembaca agar dapat berfungsi.

 

parehut5

 

jadi alangkah baiknya kalau setiap tempat di kota pare di beri pertanda agar dapat memudahkan komunikasi visual. selain menarik perhatian (eye catching) juga bisa menjadi wisata mata. menarik kiranya kalau setiap warung nasi pecel, rujak cingur dll di beri sign dengan visual yg bisa menarik banyak lagi orang-orang yang ingin datang. (bdoors)

 

 

Comments
  1. sonny bdoors says:

    heloo..arek2 rasta pare, ada yg minta alamat paguyubane tuh…!!!

  2. jiehad says:

    bs mnta almt rasta pare? klo mw gbung gmn carany?

  3. jiehad says:

    apa bs mnta alamat pguyuban rasta pare?

  4. bdoors says:

    ayo..ayo..para sponsor ada yang berminatkah????
    kalau mau langsung di ACC jual aja ke djarum…pasti mau mreka..soalnya dipasangnya di wilayah kediri hhahahaha….

  5. duniamascha says:

    mmmm nurutku nggak juga pak dokter, itu khan cuman baliho, bisa dipasang didepan depot, emang kayak gitu kudu bayar retribusi toh ???

  6. inot says:

    bdoors memang entertainer sejati,ide ini bisa dijual ke sponsor dan sangat potensial menghasilkan pemasukan yg besar….permasalahannya yang sulit justru ijin dari birokrasi…lek menurutku kok ngono..

  7. duniamascha says:

    hahahah … setuju door
    cuman masalahe sponsore sopo ….
    masiyo tenaga iso gotong royong, tuku triplek ambek cet lak kudu tetep nggawe duit pak …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s