mimpi punya radio

Posted: March 21, 2009 by mbah admin in Gaya hidup

“di radio, aku dengar…lagu kesayanganmu…” (Gombloh, “di radio”)

Kemaren waktu kumpul dengan teman2 parekita di wapo saya sempat mengelontorkan ide soal radio komunitas. Menurut saya, tidak ada salahnya kl parekita punya radio komunitas. Melihat banyak sekali teman-teman dari parekita yang mengeluti dunia musik, entah itu sebatas pendengar musik, hobi atau sebagai “panguripan”. Sebenarnya ini ide yg cukup liar, mengingat keterbatasan SDM dari teman-teman parekita. Terutama masalah dana dan waktu. Tapi, dari pada ide ini membusuk di kepala saya, mending saya gelontorkan saja. Siapa tahu ada orang “gila” yang banyak duit yang mau menghibahkan duitnya buat radio parekita.

Pertama saya ingin membahas apa itu radio komunitas. Radio komunitas adalah stasiun siaran radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Pelaksana penyiaran (seperti radio) komunitas disebut sebagai lembaga penyiaran komunitas. Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah “dari, oleh, untuk dan tentang sebuah komunitas”.

Seiring dengan bergulirnya wacana reformasi politik tahun 1998 (karena pada kenyataanya sampai saat ini reformasi hanya sebagai wacana), dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di Indonesia kala itu. Keberadaan radio komunitas di Indonesia “semangkin” besar dan kuat. Apalagi setelah disahkannya Undang-Undang No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Yang semuanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Radio komunitas sampai saat ini masih menghadapi kesulitan di regulasi. Setelah mendapat pengakuan dari UU Penyiaran tahun 2002, regulasi yang berada di bawahnya seperti Peraturan Pemerintah yang mengatur lebih detail soal perizinan atau frekuensi masih belum mendukung perkembangan radio komunitas.

Ada beberapa karakteristik khusus yang membedakan Radio Komunitas dengan radio lainnya. Pertama Radio Komunitas melayani kepentingan pendengar yang secara geografis terbatas. Kedua, Radio Komunitas adalah Badan Hukum yang kepemilikinnya, pendanaan dan pengelolaannya dari komunitas itu sendiri dan tidak mencari keuntungan semata. Dengan demikian Radio komunitas adalah sebuah wahana komunikasi milik masyarakat yang potensial untuk melayani kepentingan komunitasnya itu sendiri. Pengelolaan Radio Komunitas seringkali menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, dapat berbentuk kekurangtahuan mengenai apa sebetulnya peran yang dapat diambil oleh sebuah radio komunitas di daerah mereka, kebingungan tentang bagaimana menghasilkan suatu siaran yang sesuai dengan keinginan komunitas sampai dengan susahnya mencari dukungan untuk memastikan keberlangsungan Radio. Persoalan teknis pun seringkali muncul sebagai hambatan dalam pengelolaan Radio Komunitas.

Radio komunitas sebagai salah satu bagian dari sistem penyiaran Indonesia secara praktek ikut berpartisipasi dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan komunitasnya, baik menyangkut aspirasi warga masyarakat maupun program-program yang dilakukan pemerintah untuk bersama-sama menggali masalah dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Keberadaaan radio komunitas juga salah satunya adalah untuk terciptanya tata pemerintahan yang baik dengan memandang asas-asas sebagai berikut:

Hak asasi manusia

Bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi melalui penyiaran sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dilaksanakan secara bertanggungjawab, selaras dan seimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakan hak antarelemen di Indonesia.

Keadilan

Bahwa untuk menjaga integrasi nasional, kemajemukan masyarakat dan terlaksananya otonomi daerah maka perlu dibentuk sistem penyiaran nasional yang menjamin terciptanya tatanan system penyiaran yang adil, merata dan seimbang guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengelolaan, pengalokasian dan penggunaan spektrum frekuensi radio harus tetap berlandaskan pada asas keadilan bagi semua lembaga penyiaran dan pemanfaatannya dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat seluas-luasnya, sehingga terwujud diversity of ownership dan diversity of content dalam dunia penyiaran.

Informasi

Bahwa lembaga penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat, memiliki kebebasan dan tanggungjawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol serta perekat sosial.

Diversivikasi Media Radio Komunitas Untuk melakukan mempererat hubungan dan tukar-menukar informasi antar radio komunitas maka CRI (Combine Resource Institution) memperkenalkan sistem informasi antar komunitas yang disebut dengan SIAR (Saluran Informasi Akar Rumput). Sistem ini menghubungkan radio-radio komunitas melalui teknologi internet sehingga selain siaran mereka juga meng-upload materi siara melalui web suara komunitas.

Parekita, sebagai sebuah komunitas yang cukup besar, saya kira sudah waktunya mencoba membuat media informasi yang bisa di nikmati oleh semua warga muda kota pare. Kita punya beberapa teman yang sudah pernah bekerja di station radio. Bahkan jaman SMA dulu mbah admin pernah membuat pemancar radio amatir yang memutar lagu-lagu rock dan metal pada tahun 90an. Jadi, tidak ada salahnya kalau ide ini kita realisasikan dan siapa tahu bisa menjadi besar. Karena menurut saya, ide besar itu bukan hanya soal mengimplementasikan ide dengan dana atau project dalam skala besar. Ide besar adalah sebuah gagasan yang aplikatif dan bisa dinikmati oleh semua orang. (sonny bdoors)

I’d sit alone and watch your light, My only friend through teenage nights
And everything I had to know,
I heard it on my radio..(queen, Radio Ga ga)

Comments
  1. Numpleax says:

    iyo mas…….setuju2…apik….apik…kreatif. PARE punya BLOG tempat kritik/saran wong seng adoh ko kota pare asli peranakan wong pare.o…..iyo mas da yang kurang gambar pasar pamenang lan lombok’an soale seng tak eroh’i kui seng paleng ngaruh neng pare.terutama pasar lombok Link luas kui.

    aku yo wong asli pare./bekasi

    I LOVE YOU PARE KITA

    sukses……’n’ CAYOO>>>>>>>

  2. soni qither says:

    kalo udah kelamaan ditinggal……..nanti Pare iki di lelesi uwong lho Pak……………
    sing jelas udu wong Pare….(BEK NE ENEK SING MOCO)

  3. soni qither says:

    iya iya ….setuju looooooooop….jangan jadi tempat per SINGGAHAN…….tapi pem BENAHAN……….( kewajibannya siapa ya……..)he he he he

  4. sonny bdoors says:

    yang menjadi prioritas adalah:
    1. menjadikan parekita sebagai media interaksi orang pare di luar dan di dalam kota pare dan sekitarnya.
    2. memajukan seni dan budaya di kota pare.
    3. membuat badan usaha parekita
    4. merekrut teman2 SMA untuk menjadi reporter parekita
    5. opo maneh ya????

    ya intine menghidupkan kembali kota pare biar tambah rame, maju dan lebih dinamis. kan sudah 8 tahun terakhir ini pare dijadikan anak tiri oleh pemkab kediri. makane AG 1-nya hrs segera di ganti tuh…!!! kl gk ganti, tambah merana nanti kota pare. apalagi orang-orang pare yg di luar kota sudah menganggap pare sebagai kota yang hanya wajib di “singgahi” bukan di “benahi”.

  5. sony qither says:

    sabar dab…..ide mu bagus…..
    mana yang menjadi prioritas,…..
    tdk ada yang tidak mungkin…..meski nggak ada yang gampang……nyebar godong koro,sabar sak wetoro…
    mudah2an ada orang2ng yang punya duwit dan mau diberi ucapan…lemah teles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s